image_pdfimage_print

BANDAR LAMPUNG- Cuaca ekstrem yang mengamuk di Kota Bandar Lampung selama awal tahun 2026 membawa ancaman serius dari langit. Tak main-main, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sebanyak 77 insiden pohon tumbang** telah menghantam kota ini hanya dalam kurun waktu Januari hingga April 2026.

Terjangan angin kencang dan hujan intensitas tinggi menjadi “aktor” utama di balik tumbangnya puluhan pohon yang merusak fasilitas umum hingga pemukiman warga.

Kepala Pelaksana BPBD Bandar Lampung, Idham Basyar Syahputra, mengungkapkan bahwa dampak dari fenomena ini sangat bervariasi dan mengganggu ritme hidup warga kota.

“Rata-rata dipengaruhi angin kencang. Dampaknya mulai dari menimpa kabel listrik, menutup akses jalan utama, hingga menghancurkan atap rumah warga,” ujar Idham saat memberikan keterangan pada Senin (6/4/2026).

Berdasarkan data dari Tim Reaksi Cepat (TRC-PB), kerusakan menyasar objek-objek vital seperti:
Infrastruktur: Tiang listrik roboh, baliho hancur, dan pagar beton yang jebol.
Akses Transportasi Batang pohon raksasa yang melintang di jalan protokol hingga menyumbat aliran drainase yang memicu risiko banjir.
Kerugian Properti:Kerusakan parah pada area garasi mobil dan bagian atap hunian warga.

Menariknya, Idham menggarisbawahi bahwa alam bukan satu-satunya penyebab. Kondisi fisik pohon yang sudah tidak sehat atau lapuk menjadi faktor pendukung yang mempercepat terjadinya insiden. Ia pun meminta warga untuk menjadi “mata dan telinga” bagi lingkungan sekitar.

“Perhatikan pohon di sekitar rumah. Jika akarnya sudah terlihat lapuk atau batangnya mulai miring, segera waspada. Jangan menunggu tumbang,” tegasnya.

BPBD mengeluarkan imbauan keras bagi masyarakat yang masih sering mengabaikan risiko cuaca buruk:
1. Dilarang berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame saat angin kencang.
2. Pengendara motor dan mobil diminta ekstra hati-hati saat melintasi jalur perbukitan dan jalan protokol yang rimbun.
3. Segera melapor jika melihat potensi bahaya.

Guna memastikan kota tetap bergerak, tim TRC-PB disiagakan penuh untuk evakuasi darurat. Bagi warga yang menemukan pohon tumbang atau ancaman keselamatan lainnya, dapat segera menghubungi nomor darurat berikut
Call Center BPBD:117
Layanan Kepolisian:110

“Segera lapor agar tim bisa langsung turun ke lokasi. Kecepatan laporan Anda sangat menentukan kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan warga lainnya,” pungkas Idham.(nda)