image_pdfimage_print

BANDAR LAMPUNG – Kabar duka sekaligus ironis menyelimuti hotel bintang empat, Swiss-Belhotel Bandar Lampung. Seorang balita perempuan berusia 4,3 tahun asal Kotabumi, Lampung Utara, ditemukan tewas tenggelam di kolam renang dewasa pada Jumat (1/5/2026) pagi sekitar pukul 07.15 WIB.

Bukannya kooperatif, pihak manajemen hotel justru diduga kuat mencoba menutupi insiden maut ini dari aparat berwenang.

 

Kejanggalan mulai terendus saat Bhabinkamtibmas dan pihak kelurahan mengaku sama sekali tidak mendapatkan laporan resmi dari manajemen hotel sesaat setelah kejadian. Fakta mengejutkan terungkap bahwa polisi baru mengetahui musibah tersebut setelah paman korban—yang merupakan anggota Polresta Bandar Lampung—datang langsung ke lokasi.

“Pihak hotel terkesan bungkam dan merahasiakan kejadian ini. Bhabin saja baru tahu setelah paman korban yang polisi datang ke sini,” ungkap sumber internal kepada media, Minggu (2/5/2026).

 

Ketegangan sempat terjadi saat petugas Inafis tiba di lokasi. Manajemen hotel diduga sempat mempersulit petugas yang ingin melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Akses baru diberikan setelah paman korban melakukan protes keras terhadap sikap tertutup pihak hotel.

Tak hanya itu, saat petugas meminta rekaman pengawas, manajemen hotel berkilah dengan alasan klasik. “Alasannya CCTV sedang rusaklah, segala macam. Setelah anggota datang, baru mereka mau sedikit terbuka,” tambah sumber tersebut.

 

Camat Telukbetung Utara, Zolahudin, mengaku sangat terpukul sekaligus kecewa berat. Ia baru mendapatkan kabar maut tersebut empat jam setelah kejadian.

“Aduh kacau, kenapa pas kejadian tidak ada laporan ke kita? Pihak kelurahan tidak dikasih tahu, Bhabin tidak tahu. Kami sangat menyayangkan ketiadaan laporan cepat ini,” sesal Zolahudin.

 

Saat dikonfirmasi, Manajer F&B Swiss-Belhotel, Gani, memilih untuk tidak memberikan penjelasan detail mengenai kronologi maupun tanggung jawab pihak hotel atas tewasnya tamu mereka.

“Saya tidak tahu. Untuk saat ini, pihak hotel belum bisa memberikan informasi. Nanti akan ada tim sendiri yang memberikan penjelasan,” ujarnya singkat.

 

Kini, publik menunggu ketegasan aparat kepolisian untuk mendalami motif di balik dugaan penutupan informasi ini. Selain itu, Standard Operating Procedure (SOP) pengamanan kolam renang di hotel bintang empat tersebut kini menjadi rapor merah yang dipertanyakan banyak pihak.(rls)