image_pdfimage_print

BANDAR LAMPUNG – Pemkot Bandar Lampung tak hanya mengandalkan program Makanan Bergizi Gratis MBG dari pemerintah pusat. Untuk mempercepat penurunan angka stunting, Pemkot menggulirkan langkah konkret: pembagian telur bergizi kepada keluarga yang memiliki balita.

Program ini resmi digulirkan Wali Kota Eva Dwiana, Selasa 9 Juni 2026. Telur dipilih karena kandungan protein hewani yang tinggi, harganya terjangkau, dan mudah diolah ibu di rumah.

“Ini upaya kita untuk melakukan pencegahan stunting kepada anak di Kota Bandar Lampung. Kita ingin anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan punya masa depan yang baik,” ujar Eva saat meninjau penyaluran.

Jadikan Bandar Lampung Percontohan Nasional
Eva menegaskan program pembagian telur ini masih berstatus percontohan. Pemkot akan mengevaluasi dampaknya terhadap tumbuh kembang balita selama beberapa bulan ke depan.

Jika hasilnya positif, skema ini akan dipermanenkan dan diperluas cakupannya. Tujuannya agar setiap anak di Bandar Lampung mendapat asupan gizi yang cukup sejak 1.000 hari pertama kehidupan.

“Kota Bandar Lampung ini menjadi contoh. Semoga apa yang diharapkan menjadi kenyataan. Kita sama-sama berjuang bareng untuk menjaga anak-anak kita,” tegasnya.

Sasar Keluarga Rawan Stunting
Data Dinas Kesehatan Kota mencatat, tahap awal program menyasar 1.081 keluarga penerima manfaat yang memiliki balita. Penyaluran dilakukan serentak di seluruh kecamatan dengan pendataan ketat agar tepat sasaran.

Pemkot menggandeng kader Posyandu dan Puskesmas untuk memastikan telur sampai ke tangan ibu dan langsung dikonsumsi balita. Edukasi cara pengolahan telur yang benar juga diberikan agar manfaat gizinya maksimal.

Dua Lapis Perlindungan Gizi Anak
Langkah Pemkot ini jadi lapis kedua setelah MBG pusat. Kalau MBG fokus ke anak sekolah, program telur fokus ke balita usia emas 0-5 tahun yang paling rentan stunting.

Dengan dua program berjalan beriringan, Pemkot optimistis prevalensi stunting di Bandar Lampung bisa ditekan signifikan. Karena anak sehat hari ini, adalah pondasi SDM unggul Lampung 20 tahun ke depan.

“Anak adalah investasi. Kalau gizinya cukup, stunting bisa kita cegah. Kalau stunting dicegah, Lampung akan punya generasi emas,” tutup Eva.(nda)