
BANDARLAMPUNG — Wagub Lampung Jihan Nurlela hadiri Rapat Pleno TPAKD se-Lampung semester I 2026 di Pusiban, Kamis 11/6/2026. Rapat bersama OJK, BI Lampung, dan DJPb ini jadi ajang evaluasi program + penyusunan strategi perluasan literasi dan inklusi keuangan.
Capaian 2025-Maret 2026
Kepala OJK Lampung Otto Fitriandy lapor: TPAKD gelar 42 kegiatan literasi-inklusi ke 12.500 peserta di 14 kabupaten/kota. Ada 25 business matching, 60%-nya fokus UMKM, perempuan, pelajar, dan masyarakat umum.
Program TPAKD disinkronkan dengan “Desaku Maju + Desa Perkasa” Pemprov Lampung. Sasarannya: bangun ekosistem ekonomi desa mulai pertanian, perkebunan, wisata, hingga industri kreatif.
Tiga Program Prioritas 2026 Agrifuture Lampung untuk anak muda di pertanian, hilirisasi kakao Pesawaran, dan Siger Preneur untuk wirausaha muda.
Jihan tegaskan TPAKD wajib berorientasi hasil. “Jangan cuma seremonial. Ukurannya turunkan kemiskinan, naikkan kelas UMKM, kurangi pengangguran,” katanya.
Data 2025 inklusi keuangan Lampung 80,51%, literasi 66,46%. Jihan minta TPAKD bikin terobosan agar layanan keuangan tembus ke pelosok. Termasuk dorong KUR, KEJAR, Ekosistem Ponpes Syariah, pembiayaan perhutanan sosial & peternakan.
Tujuannya ekonomi inklusif, kesejahteraan naik, IPM Lampung terdongkrak.









