image_pdfimage_print

BANDAR LAMPUNG – Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menegaskan Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar rutinitas pendataan. Ia menyebut sensus ini sebagai “investasi informasi” yang menjadi kunci pembangunan daerah lebih tepat sasaran.

Pernyataan itu disampaikan Eva saat memimpin apel Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 Kota Bandar Lampung di Halaman Kantor Pemerintah Kota, Jumat (26/6/2026).

“Pembangunan ekonomi saat ini tidak lagi bisa bertumpu pada perkiraan. Kita butuh data yang akurat, objektif, dan dapat dipercaya agar kebijakan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Eva menjelaskan, hasil sensus akan memetakan pusat pertumbuhan ekonomi, perkembangan sektor usaha, kondisi ketenagakerjaan, hingga tantangan yang dihadapi pelaku usaha. Data tersebut akan menjadi pijakan pemerintah dalam mendorong investasi, memperkuat industri, mengembangkan UMKM, dan menciptakan lapangan kerja baru.

Wali Kota menilai Bandar Lampung memiliki potensi besar di sektor pertanian, industri pengolahan, perdagangan, logistik, pariwisata, hingga ekonomi kreatif. Namun, sejumlah tantangan masih membayangi seperti peningkatan nilai tambah produk, penguatan daya saing usaha, serta pemerataan pertumbuhan ekonomi.

“Karena itu sensus ini adalah langkah awal. Data yang akurat hari ini akan menentukan kualitas pembangunan kita di masa depan,” katanya.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandar Lampung menugaskan 697 petugas sensus yang berasal dari warga setempat dengan latar belakang profesi beragam. Mereka akan mendata 421.380 rumah tangga dan pelaku usaha di seluruh kecamatan.

“Kalian adalah ujung tombak pendataan. Kualitas data ada di tangan kalian,” pesan Eva kepada petugas.

Eva juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah, camat, lurah, hingga aparat lingkungan membantu sosialisasi sensus dengan pendekatan kearifan lokal. Ia mengajak masyarakat menerima petugas dan memberikan informasi sesuai kondisi sebenarnya.(nda)