
BANDARLAMPUNG– Sektor pariwisata Kota Bandar Lampung menunjukkan tren positif sepanjang semester I tahun 2026. Berdasarkan data kunjungan dari hotel dan destinasi wisata, tercatat 1.196.830 orang berkunjung ke Kota Tapis Berseri dalam kurun waktu Januari hingga Juni 2026.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung, Adiansyah, merinci bahwa dari total kunjungan tersebut, 1.189.753 orang merupakan wisatawan nusantara dan 7.077 orang adalah wisatawan mancanegara.
“Data kunjungan wisata dari hotel dan destinasi wisata di Kota Bandar Lampung selama bulan awal Januari s.d akhir Juni tahun 2026 adalah 1.196.830 orang. Terdiri dari wisatawan nusantara 1.189.753 orang dan mancanegara 7.077 orang,” ujar Adiansyah, Senin (10/08/2026)
Adiansyah menjelaskan, sektor perhotelan masih menjadi pilihan utama para wisatawan yang berkunjung ke Bandar Lampung. Banyaknya event, kegiatan bisnis, hingga transit menuju destinasi lain di Lampung menjadi faktor pendorongnya.
“Sektor perhotelan menjadi salah satu destinasi yang unggul didatangi wisatawan,” katanya.
Hal serupa juga terjadi pada destinasi wisata alam, budaya, dan kuliner di kota ini. Tingkat hunian hotel dan jumlah kunjungan ke tempat wisata mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
“Destinasi pun sama halnya. Namun demikian, tetap lonjakan pengunjung wisata akan naik saat akhir tahun nantinya,” pungkasnya.
Dengan capaian hampir 1,2 juta kunjungan dalam 6 bulan, Dinas Pariwisata menargetkan angka tersebut terus meningkat hingga akhir 2026. Momentum libur panjang, Hari Raya, dan akhir tahun diprediksi menjadi pendongkrak utama.
Untuk itu, pihaknya akan menggenjot promosi melalui event, digital marketing, dan kolaborasi dengan pelaku usaha pariwisata. Fokusnya adalah memperkenalkan paket wisata baru, memperkuat branding “Bandar Lampung City of Tourism”, serta meningkatkan kualitas pelayanan di destinasi.
“Kami optimis target kunjungan wisatawan di tahun 2026 bisa terlampaui. Apalagi Bandar Lampung ini pintu gerbangnya Lampung. Banyak wisatawan yang awalnya transit, akhirnya menginap dan berwisata di sini,” ujar Adiansyah.
Tingginya angka kunjungan ini juga berdampak langsung pada ekonomi masyarakat. Sektor UMKM, kuliner, transportasi, dan perhotelan menjadi sektor yang paling merasakan dampaknya.
Pemkot Bandar Lampung melalui Dinas Pariwisata berharap sinergi dengan pelaku usaha terus diperkuat agar wisatawan tidak hanya datang, tetapi juga betah dan kembali lagi ke Bandar Lampung.
Dengan komposisi 99,4% wisatawan nusantara dan 0,6% wisatawan mancanegara, tantangan ke depan adalah bagaimana menarik lebih banyak wisman. Strategi promosi ke pasar luar negeri dan peningkatan fasilitas penunjang wisata menjadi fokus Dinas Pariwisata pada semester II 2026. (nda)







