
BANDAR LAMPUNG – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menegaskan pentingnya penguasaan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) bagi masyarakat Lampung agar tidak sekadar menjadi penonton di tengah masifnya transformasi digital.
Melalui program pelatihan “Artificial Intelligence (AI) Ready ASEAN”, Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen mencetak generasi yang cakap, bijak, dan beretika dalam memanfaatkan teknologi mutakhir guna memitigasi risiko kejahatan siber di lingkungan keluarga.
Dalam acara yang digelar Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) secara daring pada Rabu (14/1/2026), Wagub Jihan menekankan bahwa literasi AI kini menjadi kebutuhan mendesak. Berdasarkan data tahun 2025, pengguna internet di Indonesia telah menembus 229 juta orang, yang berarti hampir seluruh aspek kehidupan kini bersentuhan dengan dunia digital.
“Program ini bukan sekadar mengejar sertifikat, tapi agar kita tidak tertinggal jauh dari anak-anak kita. Orang tua harus mampu mendampingi dan mengendalikan teknologi, bukan dikendalikan olehnya,” ujar Wagub Jihan.
Berikut adalah poin penting dalam pengembangan literasi AI di Lampung:
Regulasi Perlindungan: Penguatan peran orang tua didukung oleh Peraturan Perundang-undangan Nomor 17 Tahun 2025 yang mengatur penggunaan gawai bagi anak.
Target Regional: Program AI Ready ASEAN yang didukung Google.org menargetkan 5,5 juta individu di Asia Tenggara, dengan capaian 2,5 juta peserta hingga awal 2026.
Sektor Pendidikan: PGRI Lampung turut mendorong para guru untuk menguasai AI guna efisiensi administrasi dan metode belajar mengajar di kelas.
Ketua Presidium Mafindo, Septiaji Eko Nugroho, menambahkan bahwa AI adalah keniscayaan yang membawa manfaat besar sekaligus risiko yang harus dimitigasi sejak dini melalui kolaborasi lintas sektor.(sup)










