image_pdfimage_print

BANDAR LAMPUNG – Kabar penting bagi warga pesisir dan pengguna jasa laut! BMKG Maritim Lampung resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang diprediksi berlangsung mulai 7 hingga 10 April 2026.

Prakirawan BMKG, Rizki Cahyadi O, mengungkapkan bahwa pola angin yang bergerak dari Barat Daya ke Barat Laut memicu peningkatan tinggi gelombang hingga 2,5 meter. Titik merah yang paling diwaspadai meliputi Selat Sunda bagian Selatan dan Perairan Barat Lampung.

“Kecepatan angin tertinggi terpantau di wilayah tersebut, mencapai 20 knot. Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi sebelum melakukan aktivitas di laut,” tegasnya.

Kondisi ini berpeluang terjadi di dua titik utama, yakni Selat Sunda bagian Selatan, dan Perairan Barat Lampung

Terkait kondisi ini, BMKG memberikan saran keselamatan bagi para pengguna jasa kelautan.

Kecepatan angin yang mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang di atas 1,25 meter sangat berisiko bagi keselamatan perahu nelayan.

Sedangkan untuk kapal tongkang, risiko meningkat apabila kecepatan angin menyentuh angka 16 knot dengan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.

Berdasarkan data harian, kondisi cuaca di perairan Lampung cukup bervariasi.

Berikut update BMKG Maritim Lampung terkait prakiraan cuaca maritim Lampung hari ini Rabu, 8 April 2026.

Di Pesisir Barat Lampung, kecepatan angin tercatat cukup kencang mencapai 27 knot dengan tinggi gelombang 1,4 meter disertai hujan ringan.

Kondisi serupa terjadi di Selat Sunda bagian Selatan dengan kecepatan angin 20 knot dan tinggi gelombang 1,4 meter. Sementara itu, untuk wilayah Teluk Lampung bagian Utara dan Selatan, tinggi gelombang terpantau masih dalam kategori rendah, yakni berkisar antara 0,6 hingga 0,9 meter.

Untuk wilayah Perairan Timur Lampung, baik bagian Utara maupun Selatan, kondisi gelombang terpantau tenang dengan ketinggian hanya mencapai 0,4 hingga 0,5 meter meski cuaca diprediksi berawan tebal.

Masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku transportasi laut, diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak dan selalu memantau informasi resmi dari BMKG Lampung maupun BMKG Maritim Lampung sebelum melaut.(nda)