image_pdfimage_print

BANDAR LAMPUNG – Tragedi tewasnya balita perempuan berusia 4,3 tahun di kolam renang Swiss-Belhotel Bandar Lampung memicu reaksi keras dari Wali Kota Eva Dwiana. Orang nomor satu di Bandar Lampung tersebut mengaku sangat kecewa atas sikap manajemen hotel bintang empat itu yang diduga tidak kooperatif dan terkesan menutupi kejadian maut tersebut.

Usai menghadiri rapat LKPJ di Gedung DPRD Kota Bandar Lampung, Senin (4/5/2026), Wali Kota yang akrab disapa Bunda Eva ini langsung menginstruksikan Dinas Pariwisata untuk melakukan tindakan tegas dan berkoordinasi dengan pihak berwenang.

Bunda Eva mengingatkan bahwa insiden serupa pernah terjadi di tempat lain dan berakhir dengan sanksi penutupan. Ia memberikan sinyal kuat bahwa tindakan serupa bisa menimpa Swiss-Belhotel jika terbukti lalai.
“Makanya Bunda kecewa banget dengan peristiwa tersebut. Belum lama ada juga kejadian seperti ini, kita minta tutup. Nah, ini kan ada lagi kejadiannya. Harusnya setiap wisata, baik alam maupun hotel, memiliki alat pengaman dan penjagaan yang ketat,” tegas Bunda Eva dengan nada tinggi.

Wali Kota juga menyoroti kejanggalan laporan kerusakan CCTV yang dijadikan dalih oleh pihak hotel saat polisi hendak melakukan penyelidikan. Menurutnya, fasilitas keamanan seperti CCTV adalah harga mati bagi hotel bintang empat demi keselamatan tamu.
“Saya minta pengawasan internal diperketat. CCTV itu penting aktif terus, jangan pas ada kejadian bilangnya rusak. Ini juga merugikan hotel sendiri karena bisa mengurangi kepercayaan tamu,” lanjutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, musibah yang menimpa bocah asal Kotabumi tersebut terjadi pada Jumat (1/5/2026). Pihak hotel diduga mencoba merahasiakan insiden ini karena Bhabinkamtibmas dan pihak Kelurahan baru mengetahui kejadian tersebut empat jam setelah korban tewas, itu pun setelah paman korban yang merupakan anggota Polri mendatangi lokasi.
Bahkan, petugas Inafis dikabarkan sempat terhambat saat akan melakukan olah TKP sebelum akhirnya diperbolehkan masuk setelah ada protes keras dari pihak keluarga korban yang juga aparat kepolisian.

Instruksi Bunda Eva sudah bulat: Dinas Pariwisata harus segera mengevaluasi izin dan Standard Operating Procedure (SOP) pengamanan di Swiss-Belhotel. Jika ditemukan pelanggaran serius terkait keselamatan tamu dan kesengajaan menyembunyikan informasi publik, sanksi berat kini menanti manajemen hotel di Jalan Rasuna Said tersebut.

Hingga kini, pihak berwenang masih mendalami motif di balik bungkamnya pihak hotel dan alibi kerusakan CCTV yang dianggap sangat mencurigakan.(nda)