image_pdfimage_print

BANDARLAMPUNG – Kas daerah Bandar Lampung makin sehat! Sampai awal Juni 2026, realisasi Pendapatan Asli Daerah atau PAD sudah tembus 45% dari target Rp2,9 triliun.

Artinya, setengah jalan tahun ini, target setengahnya lagi udah hampir kepegang

Kepala Bapenda Bandar Lampung, Yusnadi Ferianto, bilang sektor pajak daerah masih jadi bintang. Khususnya pajak hotel dan restoran.

“Target pendapatan daerah tahun ini hampir Rp2,9 triliun. Sampai saat ini realisasinya sudah sekitar 45 persen dan kami optimistis sebelum perubahan anggaran nanti bisa tetap terjaga di atas 50 persen,” kata Yusnadi, Kamis (4/6/2026)

Kenapa hotel & restoran ngacir? Soalnya aktivitas usaha ramai + tingkat okupansi hotel bagus. Alhasil setoran pajaknya juga ikut naik.

Data Bapenda nunjukin rata-rata realisasi pajak daerah udah di atas 47%. Bahkan ada yang nyaris 49%.

“Kalau dari sektor pajak memang sangat bagus. Rata-rata capaiannya sudah di atas 47 persen, bahkan ada yang hampir 49 persen,” ujarnya.

Yusnadi menilai ini sinyal bagus: ekonomi warga + dunia usaha di Bandar Lampung masih bergerak positif sepanjang semester I 2026.

Beda cerita sama retribusi. Realisasinya masih keteteran karena pengelolaannya nyebar di banyak OPD.

Mulai dari retribusi sampah di DLH, parkir & pasar di Dishub-Disperdag, sampai sewa alat berat di Dinas PU.

“Retribusi ini memang agak berbeda karena tersebar di OPD masing-masing. Jadi datanya juga masih kami cek lagi OPD mana yang sejauh ini paling besar menyumbang PAD,” jelas Yusnadi.

Biar makin maksimal, Pemkot Bandar Lampung sekarang dorong semua OPD pakai pembayaran elektronik. QRIS dan sistem E-Report jadi andalan.

“Tahun ini kami dorong pembayaran elektronik melalui QRIS dan sistem E-Report supaya penyetoran dari OPD lebih efektif dan transparan,” tandasnya.(nda)