
BANDAR LAMPUNG — Sebanyak 4.000 anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) mengikuti apel pembukaan Kemah Bakti Satya Linmas di Bumi Perkemahan Karya Bakti Herman H.N., Jalan Kepayang, Kemiling Permai, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan Kemah Bakti Satya Linmas tersebut berlangsung selama dua hari, Kamis-Jumat (24-25/9/2026). Dari 4.000 anggota yang mengikuti apel pembukaan, sebanyak 1.260 anggota mengikuti rangkaian perkemahan hingga bermalam di lokasi kegiatan.
Kegiatan akbar ini dihadiri jajaran pejabat pusat dan daerah. Hadir di antaranya Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., M.H., LL.M., Anggota DPD RI La Ode Umar Bonte, Gubernur Bangka Belitung Dr. (H.C.) Hidayat Arsani, Direktur II Jamintel Kejagung RI Danang Suryo Wibowo, Deputi Pengawasan dan Pengendalian Babinsus Mayjen TNI Farid Amran, Wakil Direktur Utama PT Pegadaian Budi Wahyu Susilo, Direktur Network & Retail Funding Bank Mandiri Jan Winston Tambunan.
Turut hadir Sekjen DPP Aslinmas Aditya Yusma Perdana, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, Kajati Lampung Danang S.H., M.H., Ketua DPRD yang diwakili Warsono, Kepala BIN Daerah Lampung Suryono, Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana, S.E., http://M.Si., para bupati/wali kota, Kajari se-Provinsi Lampung, Forkopimda Kota Bandar Lampung, serta para Ketua DPD Aslinmas se-Indonesia dan Ketua DPC Aslinmas serta Abpednas se-Provinsi Lampung.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Lampung juga mengukuhkan pengurus DPC Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat (Aslinmas) se-Provinsi Lampung dan DPC Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa (Abpednas) Kota Bandar Lampung. Ketua Aslinmas Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, turut mengucapkan janji pengurus dalam prosesi pengukuhan tersebut.
Amanat Gubernur: Tidak Ada Pembangunan Tanpa Keamanan
Dalam amanatnya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menekankan bahwa pembangunan tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik seperti jalan, jembatan maupun gedung.
Menurut Mirza, sebelum berbagai pembangunan tersebut dirasakan masyarakat, hal mendasar yang harus terlebih dahulu hadir adalah rasa aman.
“Melihat pembangunan dari jalan yang dibangun, kita lihat pembangunan dari jembatan yang berdiri atau gedung yang megah. Padahal sebelum semua itu tumbuh, masyarakat lebih dulu membutuhkan satu hal, yaitu rasa aman. Tidak ada pembangunan tanpa keamanan,” kata Mirza.
Ia menilai, upaya menciptakan rasa aman tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan. Rasa aman juga tumbuh dari kepedulian masyarakat, termasuk para anggota Satlinmas yang berada langsung di tengah lingkungan masyarakat.
“Rasa aman itu bukan hanya tugas aparat. Rasa aman lahir dari kepedulian orang-orang yang memilih hadir ketika masyarakat membutuhkan,” ujarnya.
Mirza mengatakan, anggota Satlinmas memiliki posisi strategis karena berada paling dekat dengan masyarakat. Dalam berbagai kondisi, anggota Linmas kerap menjadi pihak yang pertama mengetahui persoalan di lingkungan dan hadir ketika terjadi bencana maupun keadaan darurat.
“Saudara-saudara mungkin tidak selalu berada di depan kamera, tapi saudara-saudara lah yang paling dekat dengan masyarakat. Saudara-saudara yang ada di hadapan saya ini ialah yang pertama mengetahui ketika ada persoalan, yang pertama hadir ketika ada bencana, dan yang pertama hadir agar kehidupan desa tetap berjalan baik,” ucapnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan Permendagri Nomor 11 Tahun 2023, peran Satlinmas saat ini tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan. Satlinmas juga menjadi bagian dari pelayanan kepada masyarakat dengan mengedepankan pendekatan humanis.
“Satlinmas selalu hadir dengan pendekatan humanis, menenangkan ketika ada persoalan, melindungi ketika ada ancaman, dan membantu ketika masyarakat membutuhkan,” katanya.
Momentum Perbarui Komitmen
Karena itu, Mirza menyebut Kemah Bakti Satya Linmas menjadi momentum untuk meningkatkan disiplin, kapasitas, solidaritas, sekaligus kesiapsiagaan para anggota Linmas.
“Di sinilah kita akan membangun disiplin, membangun kapasitas, membangun solidaritas, dan memperkuat kesiapsiagaan. Sebab tantangan ke depan tidak semakin ringan, maka kita harus terus bersiap dan memantapkan diri,” ungkapnya.
Mirza juga menegaskan pengukuhan pengurus organisasi Linmas bukan sekadar kegiatan seremonial. Pengukuhan tersebut harus menjadi momentum untuk memperbarui komitmen dalam menjalankan amanah pelayanan kepada masyarakat.
“Bukan hanya memasang pin atau menyerahkan petaka, tapi hari ini kita memperbarui komitmen. Bahwa setelah pulang dari tempat ini, ada amanah yang harus Bapak, Ibu sekalian jaga,” tegasnya.
“Ada masyarakat yang harus kita layani, dan ada desa atau kelurahan yang harus kita bantu untuk selalu dimajukan,” sambungnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong pembangunan yang dimulai dari tingkat desa dan kelurahan. Menurut Mirza, penguatan desa dan kelurahan menjadi bagian penting dalam membangun Lampung secara keseluruhan.
“Kami dari Pemerintah Provinsi Lampung terus melakukan pembangunan dari desa karena kami sadar, kami yakin, desa atau kelurahan yang kuat akan menjadikan Lampung yang kuat,” pungkasnya.(nda)








