image_pdfimage_print

BANDAR LAMPUNG – Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung mengimbau kalangan pelajar untuk tidak menggunakan rokok elektrik atau vape karena berisiko menimbulkan kecanduan dan berdampak buruk bagi kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, mengatakan edukasi mengenai bahaya vape perlu terus dilakukan, terutama kepada pelajar yang rentan terpengaruh ajakan teman sebaya untuk mencoba hal baru.

“Bagi para pelajar, diimbau untuk tidak menggunakan rokok elektrik sama sekali karena hal tersebut tidak baik,” ujar Muhtadi usai acara penyerahan bantuan di Aula Semergou, Kantor Pemerintahan Kota Bandar Lampung, Rabu (21/10/2026).

Ia mengajak generasi muda untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif dan tidak mudah terbujuk rayuan teman untuk mencoba vape. Uang yang dimiliki pelajar sebaiknya digunakan untuk kebutuhan yang lebih bermanfaat, termasuk memenuhi kebutuhan makanan bergizi demi menjaga kesehatan tubuh.

Sementara bagi masyarakat dewasa yang tetap menggunakan vape, Muhtadi mengimbau untuk memperhatikan legalitas produk dan membelinya melalui tempat penjualan resmi.

“Bagi konsumen, khususnya orang dewasa yang tetap ingin menggunakannya, diimbau untuk membeli di tempat resmi dan memperhatikan legalitas atau registrasinya,” ujarnya.

Ia mengingatkan masyarakat agar mewaspadai produk yang tidak terdaftar atau tidak memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Untuk mencegah penggunaan vape di kalangan pelajar, Dinkes Bandar Lampung telah menyiapkan media publikasi edukasi yang disalurkan ke puskesmas. Edukasi juga dilakukan melalui tenaga promosi kesehatan yang tersebar di 31 puskesmas di Kota Bandar Lampung.

Selain itu, Dinkes telah menggelar pertemuan dengan penanggung jawab program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) untuk mendorong penyampaian informasi yang tepat mengenai risiko penggunaan rokok elektrik kepada para pelajar.

Menurut Muhtadi, edukasi tersebut diperlukan agar pelajar memahami dampak penggunaan vape, tidak hanya terhadap kesehatan fisik, tetapi juga terhadap konsentrasi dan kemampuan berpikir.

Ia mengajak orang tua, pihak sekolah, dan masyarakat untuk ikut mengawasi serta memberikan pemahaman kepada anak-anak agar tidak terjerumus dalam kebiasaan menggunakan rokok elektrik.

“Pelajar perlu memiliki ketegasan untuk menolak ajakan teman apabila berkaitan dengan kebiasaan yang berisiko bagi kesehatan,” pungkasnya.(nda)