
BANDAR LAMPUNG – Hutan Kemiri di Kemiling, Bandar Lampung, menjadi salah satu daya tarik wisata alam yang menawarkan paket tracking hingga camping. Kawasan tersebut berada di Kelurahan Sumber Agung dan dikenal sebagai cikal bakal nama Kemiling.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung, Ardiansyah, mengatakan nama Kemiling sendiri berasal dari pohon kemiri yang dulu banyak tumbuh di kawasan tersebut.
“Hutan kemiri, jadi kita kan memang sebagaimana kita ketahui di Kemiling itu ada namanya hutan kemiri. Hutan kemiri itu sendiri itu cikal bakal dari namanya Kemiling. Kemiling itu awalnya dari kemiri, makanya jadinya Kemiling karena memang dulu di sana banyak pohon kemiri,” kata Ardiansyah, Rabu (21/10/2026).
Ia menjelaskan, meski kini sebagian kawasan sudah dipenuhi pemukiman dan fasilitas, pohon kemiri masih ada, namun posisinya agak ke dalam kawasan.
Di Sumber Agung, wisata tracking sudah dikelola dengan sistem paket. Wisatawan akan didampingi pemandu wisata atau tour guide, serta disiapkan tongkat untuk tracking.
“Paketnya itu tracking, kita dari pos depan ya kemudian nanti ada yang membimbingnya itu tour guide-nya ya itu disiapin tongkat,” ujarnya.
Dalam perjalanan menuju pos pertama, wisatawan akan melewati kebun kopi dan hutan kemiri dengan pepohonan rindang yang sejuk dan nyaman. Setelah itu, wisatawan akan diberikan minuman sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak.
“Di puncaknya itu pemandangan ke arah laut dan di situ banyak juga orang yang kemah. Kemudian kita turun lagi ke arah Batu Lapis. Batu Lapis ini bagus indah, lebih indah lagi kalau dia musim hujan karena dialirin oleh air jadi Batu Lapis itu dialirin sungai,” jelasnya.
Menurutnya, keindahan Batu Lapis akan lebih maksimal saat musim hujan karena dialiri sungai, sementara saat musim kemarau kondisinya kering.
Pengelolaan kawasan wisata tersebut dilakukan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat. Kawasan kelolanya memang diperuntukkan untuk tracking dan camping, sehingga jalurnya sengaja tidak diaspal untuk menjaga kelestarian lingkungan.
“Jalannya sudah cukup lumayan tapi memang bukan untuk kendaraan ya. Kita tetap menjaga lingkungan dan itu memang wisatanya wisata alam tracking camping. Banyak juga yang dari luar, kemarin saya waktu ke sana ada rombongan dari Jakarta. Rata-rata orang Jakarta itu mereka mimpi pengin suasana seperti itu,” ungkapnya.
Untuk fasilitas, paket wisata sudah termasuk makan siang. Pengunjung juga bisa menyewa perlengkapan jika diperlukan. Biaya paket tracking full dibanderol Rp100 ribu per orang sudah termasuk makan siang, dan pengunjung diimbau reservasi terlebih dahulu sebelum datang.
“Biaya paketan tracking full 100 ribu per orang plus makan siang, bisa reservasi dulu kalau mau datang,” pungkasnya.(nda)








