
BANDAR LAMPUNG – Kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Jalan Teuku Umar, tepatnya di sekitar Mall Boemi Kedaton (MBK), akhirnya menjadi atensi serius Pemerintah Kota Bandar Lampung.
Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, mengakui kawasan tersebut masih menjadi titik paling rawan macet, meskipun berbagai upaya penguraian arus telah dilakukan.
Menurut Bunda Eva, sapaan akrabnya, keberadaan MBK sebagai salah satu pusat keramaian terbesar membuat volume kendaraan di kawasan itu melonjak, terutama pada jam-jam sibuk.
“Memang salah satu kendala kita. Bunda mau koordinasi sama Polresta yang baru. Harapan kita ada solusi untuk bagaimana caranya,” kata Eva Dwiana.
Ia menyebut, pembangunan flyover dan sejumlah rekayasa lalu lintas sebelumnya memang telah membantu mengurai kepadatan. Namun, lonjakan pengunjung MBK membuat upaya itu belum sepenuhnya tuntas.
“Karena kalau sudah flyover kan sudah ke sini sama ini kan sudah juga untuk mengurai kemacetan,” ujarnya.
MBK yang kini menjadi magnet warga Bandar Lampung untuk berbelanja dan berkumpul, membuat kepadatan sulit dihindari, terutama saat akhir pekan.
“Untuk bagaimana caranya MBK tidak macet lagi, terutama pada waktu-waktu hari-hari tertentu. Apalagi malam Minggu, malam apa, Sabtu. Itu aduh,” keluh Bunda Eva.
Karena itu, Pemkot Bandar Lampung akan mendorong koordinasi tiga pihak antara Pemkot, Polresta Bandar Lampung, dan manajemen MBK untuk mencari solusi yang lebih efektif dan permanen.
“Bunda minta tolong juga minta doanya, mudah-mudahan nanti kita ada solusi dengan pemilik MBK juga, dan juga sama kepolisian. Insyaallah kita segerakan,” tutur Eva.
Pemkot menargetkan persoalan klasik di Jalan Teuku Umar ini segera terurai, agar aktivitas warga di kawasan MBK tetap nyaman tanpa harus terjebak macet berkepanjangan.(nda)








