image_pdfimage_print

BANDAR LAMPUNG – Kemacetan di bawah flyover Mall Boemi Kedaton (MBK) Jalan Teuku Umar belum menemukan formula final. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandar Lampung mengaku masih terus melakukan uji coba sejumlah skema rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan di titik tersebut.

Kepala Dishub Kota Bandar Lampung, Socrat Pringgodanu, menegaskan hingga kini belum ada skema yang ditetapkan permanen.

“Di bawah flyover MBK kita sedang uji coba. Uji coba beberapa moda-moda rekayasa. Sampai dengan saat ini belum final memang,” kata Socrat usai paripurna di Kantor DPRD Kota Bandar Lampung, Senin (5/10/2026).

Menurutnya, Dishub akan memilih skema yang paling efektif dan efisien tanpa menimbulkan persoalan baru di titik lain.

“Nanti langkah yang lebih efektif, lebih efisien, itu pasti akan kita ambil,” ujarnya.

Pertemuan Arus & Antrean SPBU Jadi Biang Macet

Socrat menjelaskan, kepadatan di MBK terjadi karena kawasan itu menjadi titik pertemuan arus dari berbagai arah. Kendaraan dari Tanjung Karang menuju Way Halim bertemu dengan arus dari Way Halim menuju Rajabasa.

“Memang di situlah pertemuan arus yang dari Tanjung Karang ke Way Halim, dari Way Halim mau ke Rajabasa. Kan itu memang arus yang sangat-sangat padat,” jelasnya.

Ia mengakui, kemacetan tidak mungkin dihilangkan sepenuhnya, namun bisa diminimalisir melalui rekayasa.

“Kemacetan memang nggak mungkin bisa hilang, tapi paling tidak kita minimalisir. Dengan adanya rekayasa, kita minimalisir,” katanya.

Selain volume kendaraan, antrean di SPBU sekitar MBK juga turut memperparah kepadatan, terutama di jam sibuk.

“Antrean BBM itu ada pengaruhnya. Ditambah lagi ada antrean, juga memang menyumbang tambah padatnya lalu lintas di daerah MBK,” sambungnya.

Pisah Motor-Mobil Hingga Tutup U-Turn

Sejumlah skema telah dicoba, mulai dari memisahkan lajur motor dan mobil, penutupan sebagian ruas, hingga penempatan petugas di lapangan.

“Kita coba pisahkan motor mobil, kita coba tutup sebagian, tutup sebagian, kita kasih petugas,” ungkapnya.

Dishub juga telah menutup salah satu titik putar balik (U-turn) sebelum Koga, tepatnya sebelum Pasar Raden Intan jika datang dari arah MBK, untuk memperlancar arus keluar dari kawasan mal.

“Sudah. Kan kita sudah kemarin sudah tutup yang di atas. Yang dekat, sebelum Koga ya, kalau dari MBK sebelum titik Raden Intan itu, Pasar Raden Intan,” jelasnya.

Meski demikian, penutupan tersebut belum bersifat permanen. Rekayasa akan terus dievaluasi secara situasional.

“Ditutup atau tidaknya permanen, yang jelas rekayasa lalu lintas itu tidak akan permanen. Namanya rekayasa lalu lintas itu pasti akan situasional melihat kondisi yang ada,” pungkas Socrat.

Soal akses keluar-masuk MBK, Dishub juga menyoroti kontribusinya terhadap kemacetan dan membuka opsi pengalihan arus jika dinilai menjadi pemicu utama.

“Kalau memang itu sangat-sangat besar peran membuat kemacetan, ya pasti kelak kan kita alihkan,” tegasnya. (Nda)