image_pdfimage_print

BANDAR LAMPUNG – Antrean panjang kendaraan yang mengular di sejumlah SPBU di Kota Bandar Lampung dikeluhkan warga karena menyebabkan kemacetan parah.

Beberapa titik yang paling terdampak antara lain SPBU di kawasan Way Halim Mambonjo, Jalan Urip Sumoharjo, dan jalur dua depan Mall Boemi Kedaton (MBK).

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Djumadi, mengatakan pihaknya pernah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan memanggil pihak SPBU dan Pertamina perwakilan Bandar Lampung.

“Kita tidak membahas soal stok, tapi ada potensi terganggunya fasilitas umum yang pernah diadukan oleh pemilik ruko dan pemilik usaha yang tertutup gerainya oleh truk-truk besar. Ini sangat merugikan,” ujar Agus Djumadi saat di konfirmasi Pada Rabu (7/10/2026).

Menurutnya, saat RDP tersebut pihak SPBU berjanji akan menertibkan antrean di masing-masing SPBU dan memastikan stok bahan bakar cukup. Namun faktanya, antrean masih terjadi hingga mengganggu ketertiban umum dan arus lalu lintas.

Agus Djumadi juga menyoroti banyaknya truk-truk besar yang ikut mengantre solar hingga masuk ke dalam kota di jam yang seharusnya dilarang. Kondisi itu dinilai berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

“Truk-truk besar yang tidak boleh masuk wilayah perkotaan justru masuk dengan alasan mencari BBM dan ini saya pikir sudah menjadi pelanggaran. Perwali sudah jelas yang diperbaharui tahun 2023 terkait angkutan besar,” tegasnya.

Ia mengimbau SPBU untuk berkomitmen terhadap kesepakatan saat RDP dan meminta Dinas Perhubungan serta Satlantas Polresta Bandar Lampung untuk ikut melakukan penertiban.

“Kami mengimbau SPBU untuk berkomitmen. Kami juga mengimbau Dishub untuk melakukan himbauan supaya sama-sama menjaga. Aspek keselamatan harus dijaga,” katanya.

Ke depan, Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung berencana akan kembali memanggil pihak SPBU, Dinas Perhubungan, serta berkoordinasi dengan Polresta dan Satlantas untuk mensinergikan penanganan kemacetan akibat antrean BBM tersebut.

“Jalan yang sudah terbatas, macet, contohnya yang sangat crowded di depan MBK, bertumpuk-tumpuk kendaraan tambah dengan volume semakin banyak ini akan menambah kerumitan kota,” pungkas Agus Djumadi.