image_pdfimage_print

BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota Bandar Lampung menyiapkan program pasar murah menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Kegiatan direncanakan berlangsung di 20 kecamatan dengan pelaksanaan dua kali di setiap kecamatan pada Desember.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin, mengatakan pasar murah direncanakan digelar dalam dua tahap, yakni awal dan pertengahan Desember, sehingga total akan dilaksanakan sebanyak 40 kali.

“Pasar murah itu di 20 kecamatan, mungkin dilaksanakan selama dua kali. Biasanya awal bulan Desember. Sama pertengahan bulan Desember,” kata Erwin, Kamis (22/10/2026).

Meski demikian, Dinas Perdagangan masih menyusun jadwal dan menentukan lokasi. Pihaknya akan berkoordinasi dengan masing-masing kecamatan untuk menetapkan titik kegiatan.

“Kalau lokasinya, titiknya belum. Nanti kita minta dengan kecamatan. Kalau jadwalnya juga belum, nanti kita sesuaikan. Tapi yang pasti ada di masing-masing kecamatan,” ujarnya.

Erwin menjelaskan, pasar murah digelar untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan, ketika permintaan terhadap sejumlah komoditas berpotensi meningkat.

Selain menjaga daya beli, kegiatan ini juga menjadi upaya menekan inflasi dan mencegah praktik penimbunan barang.

“Tujuannya untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Menjelang hari raya, harga barang-barang bisa meningkat. Kemudian, kita juga menekan inflasi dan mengurangi kecurangan-kecurangan,” jelasnya.

Pasar murah akan menyediakan kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur, tepung, dan bawang. Disdag juga berencana melibatkan pelaku usaha ritel untuk komoditas lain seperti daging ayam, serta menggandeng Perum Bulog, Dinas Pangan, Dinas Pertanian, dan Bank Indonesia.

“Kita mungkin menggandeng Bulog. Dinas Pangan juga nanti kita minta kalau ada binaan-binaannya. Dinas Pertanian juga, siapa tahu ada petani binaan yang mau ikut bergabung,” kata Erwin.

*Siapkan Subsidi*

Untuk membuat harga lebih terjangkau, Pemkot berencana memberikan subsidi pada sejumlah bahan pokok seperti telur, beras, dan minyak goreng.

Sebagai gambaran, subsidi telur masih dihitung dengan opsi sekitar Rp5.000 per kilogram.

“Pemerintah kota akan memberikan subsidi. Nanti kita lihat, misalnya telur disubsidi berapa, apakah Rp 5.000 per kilogram. Beras juga kita subsidi, termasuk minyak,” ujarnya.

Jadwal, lokasi, dan besaran subsidi masih akan ditetapkan lebih lanjut bersama instansi terkait.(nda)