
BANDAR LAMPUNG– Pemerintah Kota Bandar Lampung tancap gas atasi 41 titik banjir. Dari puluhan titik itu, dua kawasan jadi fokus utama: Jalan Pulau Sebesi dan Jalan Sultan Haji belakang MBK.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PU Kota Bandar Lampung, Irwan, menyebut dua lokasi tersebut merupakan project mercusuar penanganan banjir tahun ini.
Untuk Jalan Pulau Sebesi, Pemkot menggelontorkan anggaran hampir Rp3 miliar, tepatnya Rp2,079 miliar, untuk merombak total dimensi drainase.
“Eksisting sekarang itu lebarnya cuma 50 sampai 60 cm. Kita perbesar menjadi tipe 1 meter,” ujar Irwan.
Perlebaran ini diyakini menjadi kunci untuk menghilangkan genangan langganan yang selama ini merendam sepanjang Jalan Pulau Sebesi.
“Harapannya genangan yang terjadi sebelumnya hilang, atau paling tidak berkurang secara signifikan. Arah buangannya tetap ke Way Balau. Jadi dimensinya kita ubah, alirannya kita lancarkan,” jelasnya.
Progres pekerjaan sendiri sudah berjalan di lapangan. Hingga minggu kedua Oktober 2026, realisasi sudah mencapai 21,26 persen.
“Masih on target di 30 persenan. Mudah-mudahan 31 Desember 2026 pekerjaan itu selesai,” katanya.
Sementara untuk kawasan kedua, Jalan Sultan Haji belakang Mall Boemi Kedataon (MBK) penanganannya dinilai lebih krusial karena menyangkut akses warga yang terisolasi.
“Di Sultan Haji itu permukiman terisolasi, akses keluar masuk cuma satu jalan. Kalau banjir agak tinggi, warga tidak punya akses lain,” ungkap Irwan.
Untuk itu, PU membuat skema baru dengan melarikan semua air dari Jalan Sultan Agung, RS Graha Husada, hingga Sultan Haji menuju satu jalur pembuangan di Jalan Sultan Haji 2 menuju Way Balau.
Irwan memastikan, secara keseluruhan progres penanganan drainase di 41 titik banjir terus digenjot.
“Drainase rata-rata hampir 50 persen pada 12 Oktober lalu, Harapannya semua bisa selesai di tahun 2026 semuanya 100 persen,” pungkasnya. (Nda)








