image_pdfimage_print

BANDAR LAMPUNG – Maraknya kasus perundungan (bullying) dan aksi gangster yang melibatkan anak di bawah umur di Kota Bandar Lampung menjadi perhatian serius legislatif.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung dari Fraksi Demokrat, Agus Purwanto, mengimbau para orang tua untuk lebih aktif memantau tumbuh kembang dan memberikan pendidikan karakter kepada anak. Hal itu disampaikannya, Jumat (16/10/2026).

Menurut Agus, kurangnya perhatian dan pengawasan orang tua menjadi salah satu faktor utama anak terjerumus ke dalam perilaku negatif, baik sebagai pelaku bullying maupun terlibat dalam kelompok gangster remaja.

“Saya waktu itu berkunjung ke rumah korban kasus bullying, ada siswa SD di Sukarame dibully oleh rekannya hingga patah kedua kakinya. Di situ saya merasa miris sekali,” ungkap Agus.

Sebagai anggota Komisi IV yang membidangi pendidikan dan kesehatan, Agus mengaku telah bertemu langsung dengan kedua orang tua, baik dari pihak pelaku maupun korban bullying tersebut.

Dari pertemuan itu, ia menilai ada persoalan serius dalam pola pengasuhan anak saat ini.

“Dari situ saya menilai kurangnya peran orang tua dalam mendidik anak. Apalagi sekarang banyak orang tua yang sibuk dengan HP-nya sendiri, sehingga tumbuh kembang anak terabaikan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti fenomena lain yang tak kalah meresahkan, yakni banyaknya pelajar tingkat SMP dan SMA yang membawa motor sambil mengacungkan senjata tajam, ikut kelompok gangster hingga terlibat tawuran.

“Kemudian sekarang banyak sekali kasus anak-anak sekolah SMP, SMA bawa motor mengacungkan senjata tajam, ikut gengster-gengster, ikut tawuran. Ini sangat miris sekali,” kata Agus.

Untuk itu, ia menegaskan bahwa pencegahan kasus bullying dan kenakalan remaja menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama, terutama bagi para orang tua.

“Menjadi PR kita bersama sebagai orang tua agar tidak terjadi lagi ke depannya. Saya mohon untuk lebih mendidik lagi anak-anak kita dan lebih dipantau lagi, agar tidak terjerumus ke hal yang negatif,” pungkasnya.