image_pdfimage_print

BANDAR LAMPUNG – Di tengah aktivitas truk sampah yang hilir mudik dan bau menyengat dari tumpukan limbah kota, ribuan warga yang bermukim di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kota Bandar Lampung.

 

Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung, Pemkot menyalurkan ribuan paket sembako kepada 1.484 kepala keluarga (KK) yang tinggal di dua kecamatan di sekitar TPA, Jumat (24/10/2026).

 

Jumlah penerima tahun ini tercatat meningkat signifikan, yakni bertambah 281 KK dibandingkan penyaluran tahun sebelumnya hanya sebesar 1.203. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin luasnya jangkauan bantuan sekaligus besarnya jumlah warga yang bermukim dan menggantungkan hidup di sekitar kawasan TPA Bakung sebagai TPA utama Kota Bandar Lampung.

 

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, turun langsung ke lokasi untuk menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga. Kehadirannya disambut antusias warga yang telah menunggu sejak pagi.

 

“Alhamdulillah hari ini kita membagikan sembako kepada warga yang ada di lingkungan TPA Bakung, ada ribuan paket sembako yang kita bagikan. Mohon doa semoga semuanya lancar,” ujar Eva Dwiana di sela pembagian.

 

Eva menegaskan, bantuan ini bukan sekadar bantuan pangan, tetapi bentuk kepedulian dan kehadiran pemerintah bagi warga yang sehari-hari hidup berdampingan dengan dampak lingkungan dari operasional TPA, seperti bau, lalat, dan potensi gangguan kesehatan.

 

Sementara itu, Plh Kepala DLH Kota Bandar Lampung, Budi Andrianto, menjelaskan bahwa bantuan difokuskan untuk warga di wilayah terdampak langsung.

 

“Total ada 1.484 KK yang menerima bantuan. Penerima tersebut dibagi dua kecamatan yakni Kecamatan Teluk Betung Barat, tepatnya Kelurahan Keteguhan, dan Kecamatan Teluk Betung Timur,” kata Budi.

 

Ia merinci, pada tahun ini terdapat penambahan penerima di dua wilayah tersebut seiring pemutakhiran data warga di sekitar TPA.

 

Setiap warga menerima satu paket sembako lengkap yang terdiri dari beras 5 kg, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kg, susu 1 kaleng, mi instan 5 bungkus, dan kecap 1 kemasan.

 

Budi menambahkan, penyaluran sembako untuk warga sekitar TPA Bakung merupakan program rutin tahunan Pemkot Bandar Lampung melalui DLH sebagai bentuk kompensasi dan tanggung jawab sosial lingkungan.

 

“Penyaluran bantuan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat khususnya warga yang bermukim di sekitar kawasan TPA Bakung,” harapnya.

 

Pemkot berharap, selain membantu memenuhi kebutuhan pokok, program ini dapat menjaga hubungan baik antara pemerintah dengan masyarakat sekitar TPA, sehingga pengelolaan sampah kota dapat tetap berjalan dengan dukungan warga setempat.(nda)